Spesifikasi Kabel UTP

Spesifikasi Kabel UTP

Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded
Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi
elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel
yang disusun spiral alias saling berlilitan.
UTP kabel adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang (biru, oranye, hijau, dan coklat) kabel
yang dipilih menurut aturan tertentu dan digunakan untuk mentransfer/menerima data
atau gampangnya kabel yang dibuat kusus untuk transmisi data. Kabel ini terdiri dari 5
kategori tapi yang terkenal cuma 2 yaitu kategori 3 dan kategori 5.
Masing - masing kategori punya spek yang berbeda :
UPT kategori 3 mempunyai kecepatan transmisi data sampai 10 mbps dan
UTP kategori 5 mempunyai kecepatan transmisi data sampai 100 mbps,dll tentunya.
Pilih kabel sesuai keperluan,untuk menghubungkannya diperlukan alat tambahan :
1. konektor RJ-45
2. tang printing (printing tools)
3. HUB (kalo lebih dari 2 komputer)

Untuk menghubungkan komputer - komputer tersebut ada 2 tipe konfigurasi kabel yang
digunakan, yaitu tipe straight dan tipe cross.
Straight (A-A/B-B) adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke
HUB dan berkorespondensi 1-1,

Sedangkan tipe Cross (A-B) digunakan untuk menghubungkan dua komputer,tidak
berkorespondensi 1-1 karena ada persilangan pada susunan kabelnya.
SISTEM STRUKTUR PENGKABELAN
Ada 2 standard untuk strtuktur pengkabelan :
a. EIA/TIA-568 yang dikeluakan oleh Electronic Industries Association dan
Telecommunications Industry Association.
b. ISO 11801 yang dikeluarkan oleh ISO.
Type dan Jenis Kabel
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena
itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu
twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair) dan coaxial
cable.
Cable Type Feature
Type CAT 1 UTP Anlog(biasanya digunakan
di perangkat telephone
UTP pada umumnya dan
pada jalur ISDN –integrated
Type CAT 1
service digital networks.
Juga untuk
menghubungkan modem
dengan line telepon).
Type CAT 2 UTP - up to 1 Mbits
(sering digunakan pada
topologi token ring)
Type CAT 3 UTP/STP 16 Mbits data transfer
(sering digunakan pada
topologi token ring atau
10BaseT.
Type CAT 4 UTP,STP 20Mbit data transfer
(biasanya digunakan pada
topologi token ring)
Type CAT 5 UTP,STP-up to100Mhz 100 Mbits data transfer / 22
db
Type CAT 5enhanced UTP,STP-up to100Mhz 1 Gigabit Ethernet up to
100meters-4copper
pairs.(kedua jenis CAT5
sering digunakan pada
topologi token ring
16Mbps, Ethernet 10Mbprs
atau pada FastEthernet
100Mbps).
Type CAT 6 up to 155 MHz or 250
MHz 2,5 Gigabit Ethernet up to
100meters or 10Gbit/s up to
25 meters .20,2db(Gigabit
Ethernet)

Type CAT 7 up to 200 MHz or 700
Mhz
(Gigabit Ethernet)
Giga-Ethernet / 20.8 db


Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing
kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas
kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist)
masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang
bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bias
mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu
diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar
industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk
mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan
untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.
Sebagai contoh penggunaa kebel UTP untuk sehari-hari adalah kabel telepon. Salah satu
alasan utama mengapa jenis kabel UTP ini sangat popular dibandingankan dengan jenis
kabel lainnya adalah karena penggunaannya kabel UTP sebagai kabel telepon. Banyak
gedung menggunakan kabel ini untuk sistem telepon dan biasanya ada kabel ekstra yang
dipasang untuk memenuhi pengembangan dimasa mendatang. Karena kabel ini juga bias
digunakan untuk mentransmisikan data dan juga suara, maka menjadi pilihan untuk
membangun jaringan komputer. Yang membedakan antara telepon dengan computer
dalam hal penggunakan kabel UTP ini terletak pada jack-nya atau konektornya.
Pada komputer digunakan RJ-45 yang dapat menampung 8 koneksi kabel sedangkan
pada telepon digunakan RJ-11, dapat menampung 4 koneksi kabel dan ukurannya lebih
kecil. Lebih jelasnya bisa dilihat koneksi dari telepon Anda yang menggunakan RJ-11.

PERUSAHAAN MEUBEL DI JEPARA

PABRIK MEBEL EKSPOR DI JEPARA

SANTOSO MATDJABAR, BUDI (2000) PABRIK MEBEL EKSPOR DI JEPARA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.



A. Latar Belakang Perkembangan perekonomian Indonesia saat ini mulai membaik kembali setelah melewati krisis ekonomi yang melanda seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan menggiatkan kembali kegiatan ekspor yang juga hamper lesu akibat krisis ekonomi. Diawali pada Pelita IV Departemen Perindustrian telah meletakkan Pola Pengembangan Industri Nasional yang secara garis besar telah memberikan arah pembangunan industri menuju kondisi tinggal landas pada Pelita VI, sebagaimana telah ditetapkan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara. Sejak awal Pelita VI ini, sektor industri telah tumbuh dan berkembang mantap, serta semakin mampu untuk berkembang secara mandiri. Pembangunan industri tersebut ditingkatkan dalam rangka mempercepat proses industrialisasi untuk menciptakan struktur ekonomi yang seimbang dimana terdapat kemampuan dan kekuatan industri yang maju. Pembangunan industri dititikberatkan pada industri yang berorientasi ekspor, yang banyak menyerap tenaga kerja, mengolah hasil pertanian dan menghasilkan mesin – mesin industri. Saat ini pembangunan nasional tidak lagi mengandalkan pendapatan dari sektor migas tetapi meningkatkan pendapatan dari sektor industri merupakan kontibutor terbesar (27,72%) bagi pendapatan daerah Jawa Tengah. 1) Perubahan tatanan ekonomi di Jwaw Tengah mulai terlihat sejak mengalirnya investasi di Jawa Tengah. Sebagian besar investor lebih tertarik menanamkan investasinya pada sektor industri disbanding sektor lainnya. Peningkatan di sektor industri harus mampu mendukung perluasan lapangan kerja, penyediaan barang dan jasa, pengingkatan ekspor dan daya saing serta penghematan devisa. Selain itu industri diharapkan mampu menyerap dan mengembangkan teknologi yang berwawasan lingkungan. 2) Sektor industri pengolahan yang cukup potensial untuk dikembangkan dan ditingkatkan diantaranya adalah industri kayu (salah satunya adalah mebel) dan merupakan kontributor utama pendapatan Jawa Tengah setelah industri makanan, tekstil, dan kimia. Industri kayu berkembang sangat pesat terutama sejak adanya kebijaksanaan pemerintah tentang larangan ekspor log/kayu gelondongan tahun 1985. puncaqk perkembangan tercapai tahun 1989 – 1990. pada masa itu banyak industri berdiri diberbagai sector mulai dari industri penggergajian sampai dengan pabrik mebel atau interior. 3) Untuk di Jawa Tengah sendiri perusahaan pabrik mebel sebagian besar berlokasi di Jepara, dikarenakan memiliki potensi berkembangnya suatu industri diantaranya adalah banyaknya bahan baku kayu dan tukang atau pengrajin sebagai tenaga kerjanya. Anggapan sementara pihak bahwa bangunan industri bangunan non – arsitektural sudah tidak tepat lagi dan perlu diluruskan. Perkembangan industri yangsangat pesat membutuhkan pengembangan kuantitas dan kualitas pewadahannya. 4) Selain aspek produksi dan aspek fisika bangunan, aspek tampilan bangunan pabrik juga besar pengaruhnya terhadap kinerja pekerja bahkan sering dihubungkan dengan tingkat bonafiditas industri bersangkutan. 5) Pabrik mebel Jepara yang berorientasi ekspor ini dimana para klien – nya adalah orang asing maka penerapan arsitektur high tech adalah sanagt releven. Arsitektur high tech yang merupakan aliran arsitektur modern yang membesar – besarkan kesan/aspek struktur dan teknologi dari bangunan merupakan salah satu pemecahan untuk memenuhi tuntutan fleksibilitas ruang pada bangunan industri mebel tersebut. Dari uraian diatas pabrik mebel ekspor di Jepara membutuhkan upaya perencanaan dan perancangan pabrik mebel yang mampu mewadahi semua aktivitas yang ada secara baik dan manusiawi serta memliki karakter arsitektur yang ekspresif, menarik dan dinamis. B. Tujuan dan Sasaran Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mendapatkan konsep perencanaan dan perancangan secara pasti dan menyeluruh berdasarkan atas penganalisaan – penganalisaan dan akhirnya merupakan landasan konseptual dalam perancangan sehingga dapat menampilkan suatu pabrik mebel ekspor di Jepara yang memenuhi standard an arsitektural. Sasaran yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan dan merumuskan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) yang berisi : • Usulan konsep dasar perencanaan dan perancangan bangunan Pabrik Mebel Ekspor di Jepara. • Kebutuhan luas area kompleks bangunan Pabrik Mebel Ekspor di Jepara dengan berdasar kriteria – kriteria yang ada. • Program ruang perencanaan dari bangunan Pabrik Mebel Ekspor di Jepara. C. Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan dibatasi pada faktor perencanaan fisik yang langsung menuju pada lingkup pemikiran arsitektur bangunan Pabrik Mebel Ekspor di Jepara. Hal tersebut meliputi karakter kegiatan dan proses produksi, organisasi dan hubungan kerja inter dan antar kegiatan, pendekatan terhadap potensi lingkungan yang mendukung kegiatan Pabrik Mebel. D. Metode Pembahasan Digunakan metode deskriptif, sebagai metode pembahasan yaitu dengan melakukan kegiatan pengumpulan data, penganalisaan data serta menilai objek observasi lapangan yang telah dipilih sebagai presiden pembahasan dengan pendekatan studi literature untuk mendapatkan analisa awal dan sebuah kesimpulan yang akan dipergunakan sebagai Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Adapun teknik – teknik pengumpulan data dilakukan dengan : • Studi Pustaka Merupakan data yang berupa literature atau pustaka yang dipakai sebagai acuan dalam perancangan Pabrik Mebel Ekspor di Jepara. • Wawancara Merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan pihak – pihak yang terikat dalam kegiatan operasional suatu Pabrik Mebel. • Observasi Lapangan Mengadakan observasi lapangan pada bangunan Pabrik Mebel yang ada. E. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) ini adalah : BAB I Pendahuluan Akan menguraikan secara garis besar tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan serta sistematika pembahasan. BAB II Tinjauan Umum Pabrik Mebel Ekspor dan Langgam arsitektur High – Tech Berisi tentang tinjauan umum mengenai pabrik mebel ekspor, dan tinjauan umum langgam arsitektur high – tech. BAB III Tinjauan khusus Pabrik Mebel Ekspor di Jepara Berisi tinjauan kota Jepara dan gambaran umum perkembangan pabrik mebel di Jepara serta studi kasus pada perusahaan PMA PT. Chia Jiann di Jepara. BAB IV Kesimpulan, Batasan, dan Anggapan Berisi kesimpulan pembahasan bab – bab terdahulu, juga batasan dan anggapan yang memungkinkan untukn mempermudah dalam menganalisa dan melakukan pendekatan program perencanaan dan perancangan. BAB V Pendekatan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Menguraikan pendekatan konsep perencanaan dan perancangan yang dimulai dari pendekatan perencanaan dan perancangan struktur organisasi pendekatan aktivitas, pendekatan sirkulasi, pendkatan produksi, pendkatan kebutuhan mesin dan peralatan, pendekatan system strukur, bahan bangunan dan modul serta pendekatan penentuan lokasi dan tapak. BAB VI Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Berisi konsep dan program perancangan arsitektur yang melandasi perancangan produk grafis.
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code: 2993
Deposited By: Mr arsitek undip
Deposited On: 29 Dec 2009 13:07
Last Modified: 29 Dec 2009 13:07

Cara Instalasi LAN

1. Menginstall Protokol Jaringan
Untuk dapat “berkomunikasi” dalam jaringan komputer, komputer harus mempunyai protokol. Prosedur yang dapat dilakukan untuk menginstall protokol jaringan adalah :
a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
b) Dalam tab Configurasi klik Add.
c) Pada kotak dialog Select Network Component Type, pilih Protocol dan klik Add.
d) Pilih Manufacturer dan Network Protocol dan klik OK.
Windows98 menyediakan multiple-protokol di dalam satu computer meliputi :
•NetBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI) protokol sederhana yang dapat digunakan untuk hubungan LAN sederhana dengan hanya satu subnet yang bekerja berdasarkan penyiaran.
•Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX) protokol yang digunakan dalam lingkungan Novell NetWare. IPX/SPX tidak direkomendasikan untuk penggunan non-NetWare, karena IPX/SPX tidak universal seperti TCP/IP.
•Microsoft Data-link Control(DLC) dibuat oleh IBM digunakan untuk IBM mainframe.
•Transmission Control Protocol/Internet Protokol (TCP/IP) protocol standar yang umum.
•Fast Infrared Protocol digunakan secara wireless (tanpa kabel), protokol yang mendukung penggunaan hubungan jarak dekat dengan menggunakan infrared. IrDA (infrared Data Association) digunakan antara lain oleh komputer, kamera, printer, dan personal digita assistant (PDA) untuk saling berkomunikasi.
•Asynchronous Transfer Mode (ATM) teknologi jaringan high-speed yang mampu mengirim data, suara, dan video secara real-time.

2. Konfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows 98 meliputi:
a) Internet Protocol (IP),
b) Transmission Control Protocol (TCP),
c) Internet Control Message Protocol (ICMP),
d) Address Resolusion Protocol (ARP),
e) User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan terlebih dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan komputer. Setiap kartu jaringan (NIC) yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk membedakan network ID dari host ID.

3. Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi secara manual.
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address :
a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
b) Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah diinstall.
c) Klik Properties.
d) Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
•Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada computer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
•Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
e) Klik OK.
f) Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway, masukkan nomor alamat server.
g) Klik OK.
h) Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
i) Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor alamat server.
j) Klik OK.

4. Menguji/Test Jaringan
Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan (baik hardware maupun software) selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan benar. Untuk mengetest TCP/IP, salah satu caranya dapat dilakukan dengan instruksi ipconfig yang dijalankan under DOS.
Gambar 20. Test TCP/IP Menggunakan ipconfig
Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah IPConfig pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. Ipconfig menampilkan informasi berdasarkan Network Card yang terpasang. Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik, utilitas ping dapat digunakan.

Ket: Utilitas Ping untuk Memeriksa Koneksi Jaringan Utilitas ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bias berfungsi dan terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas terlihat perintah ping LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan Replay form No IP ( 127.0.0.1 ) besarnya berapa bites dan waktunya berapa detik itu menandakan bahwa perintah untuk menghubungkan ke LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun seandainya jika kita melakukan ping untuk nomor IP yang tidak dikenal seperti gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out yang berarti nomor IP tidak dikenal dalam jaringan tersebut ( ping 192.168.0.90 ). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
Misalkan anda telah men-setup 2 buah terminal dengan alamat IP
202.159.0.1 dan 202.159.0.2, anda dapat melakukan test ping di mode dos dengan mengetik "PING 202.159.0.2" dari terminal dengan IP address 202.159.0.1 dan anda akan mendapatkan respon seperti :
Pinging 202.159.0.2 with 32 bytes of data:
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Jika anda mendapatkan respon seperti diatas, maka koneksi jaringan sudah benar. Respon lain selain contoh diatas diartikan bahwa jaringan anda belum bekerja dengan benar. Kesalahan dapat saja terjadi di system pengkabelan, kartu jaringan, atau setup network. Catatan : TTL adalah Time To Live, yaitu batasan waktu agar paket data
tersebut tidak mengambang dijaringan

Trobleshooting Instalasi Wireless LAN

Trobleshooting Instalasi Wireless LAN

MULTIPATH
Didefinisikan sebagai karangan dari sinyal utama ditambahkan dengan duplikat atau echo gelombang bidang yang disebabkan oleh refleksi dari gelombang jauh objek antara pemancar dan penerima. Delay antara sinyal utama sesaat datang dan sinyal direfleksi terakhir datang disebut sebagai delay spread.


Efek multipath dapat menyebabkan beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi transmisi dari sinyal RF dengan berbeda-beda, kondisi tersebut antara lain yaitu:
a.Penurunan amplitudo sinyal (downfade)
Banyak gelombang yang dipantulkan pada waktu yang bersamaan namun dari arah yang berbeda disisi penerima, gelombang tersebut merupakan tambahan dari gelombang RF utamanya. Jika saat gelombang dipantulkan tidak terjadi perbedaan fase akan menyebabkan terjadinya downfade.


b.Corruption
Saat gelombang dipantulkan pada penerima tidak terjadi perbedaan fase terhadap sinyal aslinya menyebabkan amplitudo gelombang berkurang dengan besar. Hal tersebut berarti penerima cukup sensitif terhadap deteksi sebagian besar informasi yang dibawa namun tidak semuanya. Biasanya SNR sangat rendah dimana sinyal tersebut sangat dekat dengan dasar noise. Penerima tidak dapat membedakan antara sinyal informasi dan noise karena data yang diterima hanya sebagian dari data yang dikirimkan. Pemancar akan mengirim ulang data, peningkatan tambahan, dan pengurangan throughput dalam wireless LAN.



c.Nulling
Terjadi saat/lebih gelombang datang dipantulkan pada penerima tidak terjadi perbedaan fase terhadap gelombang utamanya maka amplitudo sinyal utama dihapus atau null. Saat terjadi nulling, transmisi ulang data tidak akan menyelesaikan masalah. Pemancar, penerima, atau objek yang memantulkan cahaya harus dipindahkan. Terkadang lebih dari satu harus bisa ditampung untuk mengimbangi efek nulling pada gelombang RF.


d.Kenaikkan amplitudo sinyal (upfade)
Istilah untuk menggambarkan multipath yang menyebabkan sinyal RF dengan daya yang kuat. Yang seharusnya terjadi perbedaan fase terhadap gelombang utamanya, sama dengan downfade semua gelombang tersebut adalah penambahan sinyal utama. Selama tidak ada daerah sekitar yang dapat menyebabkan efek multipath dimana sinyal tersebut memiliki daya yang lebih kuat pada saat sampai disisi penerima daripada sinyal pada saat dikirimkan. Jika multipath menambahkan sinyal utama maka total pada penerima akan lebih kuat.


TROUBLESHOOTING MULTIPATH
Efek multipath yang dapat terdeteksi saat perhitungan link budget untuk menemukan daya output yang besar tidak perlu mendapat link yang baik antar site. Perhatikan kesalahan coverage RF, karena kurangnya coverage dan refleksi multipath yang menunda sinyal utama. Disebabkan pula gelombang RF yang dipantulkan oleh logam dan struktur air yang seharusnya menghindari path sinyal.

SOLUSI UNTUK MULTIPATH
Disarankan menggunakan antena diversity (menggunakan antena multiple, input, dan penerima). Ada empat tipe transmisi diversity yang digunakan oleh wireless LAN:
a.Antena Diversity-tidak aktif: antena multiple pada single input untuk membawa sinyal ke single penerima, jarang digunakan.
b.Switching Diversity: antena multiple pada multiple penerima, menghubungkan penerima berdasarkan pada kekuatan sinyal.
c.Antena Switching Diversity-aktif: digunakan oleh banyak perusahaan WLAN, antena multiple pada multiple input-single penerima, sinyal yang diterima hanya melewati satu antena pada suatu waktu.
d.Fase Diversity: memiliki teknologi yang jelas, mengatur fase antena terhadap fase sinyal yang tepat untuk kualitas sinyal.
e.Transmisi Diversity: digunakan oleh banyak perusahaan WLAN, mengirimkan dari antena terakhir yang digunakan untuk pusat penampungan, bisa mengganti antena untuk transmisi ulang, suatu unit bisa bergantian mengirim atau menerima tetapi tidak kedua-duanya secara bersamaan.

HIDDEN NODE
Adalah kondisi ditemukan dengan wireless LAN yang sedikitnya satu node tidak terdeteksi, satu/lebih node yang lain dihubungkan ke wireless LAN. Sebuah node bisa melihat akses point, tetapi tidak bisa melihat client lain yang juga dihubungkan pada akses point yang sama untuk beberapa/banyak rintangan dari jarak antar node. Hal ini disebabkan masalah sharing akses medium, menyebabkan tabrakan antar transmisi node yang menghasilkan penurunan throughput yang penting dalam wireless LAN.



TROUBLESHOOTING UNTUK HIDDEN NODE
Lakukan tes terhadap penurunan troughput dan mengetahui lokasi-lokasi yang berpotensial terjadi hidden node sebisa mungkin saat pertama kali survey site.

SOLUSI UNTUK HIDDEN NODE
a.Menggunakan RTS/CTS
Meliputi pengiriman paket RTS ke tujuan untuk mengirim ulang paket CTS yang baru untuk transmisi data sebelum mengirimkan data payload. Keduanya berisi panjang transmisi berikutnya sehingga pemancar menangkap frame keduanya mengetahui berapa panjang transmisi yang akan berlangsung dan pada saat mulai mengirirm lagi.
b.Menaikkan daya node
Memperbolehkan sel mengelilingi masing-masing node untuk memberbesar ukuran, termasuk node yang lainnya. Konfigurasi ini memungkinkan non-hidden node terdeteksi jika mendengar hidden node maka tidak akan lama ter-hidden.
c.Menjauhkan halangan
Peningkatan daya pada mobile node tidak akan bekerja jika komunikasi antar node terhalang semen atau dinding baja. Sangsi untuk memindahkan rintangan tersebut, tetapi merupakan metode yang dapat menghindari hidden node. Berhati-hati dalam pemilihan rintangan pada saat melakukan survey site.
d.Memidahkan node
Agar antar node bisa saling berhubungan, user harus berpindahan agar terhindar dari hidden node yang akan memperluas wireless LAN untuk menambah coverage yang tepat terhadap hidden area, bisa menambah akses point.

NEAR/FAR
Terjadi karena banyak client node yang sangat dekat dengan akses point dan seting daya nya tinggi dan ada client sangat jauh dengan akses point dan menggunakan daya transmisi yang rendah.

TROUBLESHOOTING UNTUK NEAR/FAR
Menggunakan design jaringan yang baik, lokasi station dalam jaringan wireless, dan transmisi daya output masing-masing node. Menggunakan wireless sniffer yang akan membawa transmisi dari semua station. Metode untuk menemukan node yang sinyalnya tidak terdengar akses point ialah memindahkan jaringan sekitar yang terlihat sebagai station yang sinyalnya jauh dari akses point dan dekat dengan akses point. Metode ini tidak terlalu memakan waktu untuk penempatan node yang tepat, tergantung ukuran dan kerumitan jaringan. Penempatan node dan pembandingan kekuatan sinyal pada node yang dekat dengan akses point dapat memecahkan masalah near/far hampir dengan cepat.

SOLUSI UNTUK NEAR/FAR
a.Meningkatkan daya pada node yang jauh.
b.Mengurangi daya pada node yang dekat.
c.Memindahkan node yang jauh supaya dekat dengan akses point.
d.Memindahkan akses point ke node yang jauh yang terhubung dengan nya.

SISTEM THROUGHPUT
Tergantung banyak faktor misalnya banyaknya dan tipe interferensi berdampak terhadap jumlah data yang berhasil dikirim. Jarak yang jauh antara pemancar dan penerima dapat mengurangi throughput karena error besar membutuhkan pengiriman ulang. Layer data link memerlukan re-assembly paket dan ukuran paket. Paket yang lebih besar menghasilkan throughput lebih besar karena rasio data tambahan yang lebih baik.

CO-LOCATION THROUGHPUT
Biasanya digunakan dalam wireless LAN untuk menyediakan bandwidth lebih dan throughput terhadap pemberian area pengguna wireless. Ada 3 kanal yang digunakan multiple akses point dalam bentuk area yang sama menggunakan peralatan IEEE 802.11b

SOLUSI CO-LOCATION THROUGHPUT
a.Menggunakan dua akses point
Memakai kanal 1 dan 11 dapat menjamin tidak terjadi overlap antar kanal tanpa memperhatikan dekatnya antar sistem, untuk itu tidak ada efek gangguan dalam throughput masing-masing akses point.
b. Menggunakan peralatan 802.11a
Lebih banyak kanal yang tidak overlap, dapat digunakan pada banyak co-located akses point. Peralatan ini tidak bisa melihat, mendengar, dan berkomunikasi dengan peralatan lainnya karena band frekuensi dan modulasi nya berbeda.

TIPE INTERFERENSI
a.Narrowband
Tergantung pada daya output, lebar frekuensi dalam spektrum, dan ketetapan, bisa mengganggu pancaran sinyal RF dari akses point. Hanya frekuensi single carrier yang dapat terganggu oleh narrowband. Untuk mengetahui dan menghitung sinyal RF narrowband gunakan spektrum analyzer. Atau menemukan dimana asal interferensi dengan spektrum analyzer dimana amplitudonya bertambah saat puncaknya terdisplay temukan source nya lalu pindahkan dan disimpan untuk efisiensi narrowband bisa dengan mengganti kanal dan teknologi spread spectrumnya.
b.Interferensi semua band
Banyak sinyal berinterferensi dengan band RF dari satu spektrum radio ke lainnya. Dapat dideteksi oleh spektrum analyzer. Solusi yang tepat mengganti teknologi, jika tidak mudah dilakukan maka temukan dan pindahkan source nya jika memungkinkan. Dimana lebih sulit menemukan interferensi narrowband karena tidak dapat melihat sinyal single dalam spektrum analyzer. Daripada melihat range sinyal dengan banyak variasi amplitudo, hanya diperlukan antena directional dengan tinggi yang tepat untuk lokasi asal interferensi.

CUACA
Cuaca yang tidak tepat dapat mempebngaruhi kerja wireless LAN. Seperti angin dapat mempengaruhi posis dan bantalan antena outdoor, angin kencang dapat memindahkan antena sehingga sinyal nya menjadi berkurang atau disebut antena wind loading. Stratifikasi, saat kabut tebal atau asap mengendap, udara dalam kabut menjadi hilang dan terpisah ke dalam lapisan bukan kabut yang menyebabkan difraksi sinyal RF tetapi stratifikasi udara dalam kabut. Saat sinyal RF melewati lapisan ini, akan bengkok seperti cahaya tampak bengkok yang berpindah dari udara ke air. Kilat, yang pertama dapat membentur komponen wireless LAN seperti antena atau objek yang dekat dengan nya jika tidak dilindungi oleh penangkap petir dan yang kedua merubah udara yang mana gelombang RF harus berkeliling setelah membentur objek antara pemancar dan penerima.
Interferensi kanal yang berdekatan, terjadi saat dua/lebih akses point menggunakan kanal yang berdekatan dengan lainnya sehinnga bentuk sel coverage nya overlap dan dapat menyebabkan pengurangan throughput dalam wireless LAN. Untuk mengetahuinya gunakan spektrum analyzer untuk menampilkan overlap kanal yang digunakan. Solusinya pertama pindahkan akses point pada kanal yang berdekatan sejauhnya agar sel nya tidak overlap atau kurangi daya akses point dimana sel tidak overlap dan kedua hanya gunakan kanal yang tidak overlap, sebagai contoh kanal 1 dan 11 dalam sistem DSSS. Interferensi co-channel, sama seperti interferensi kanal yang berdekatan hanya saja set nya sama sekali berbeda dari keadaannya. Masing-masing akses point berada pada kanal yang sama dan akan berinterferensi satu dengan lainnya disebut interferensi co-channel. Solusi nya menggunakan kanal yang tidak overlap untuk masing-masing wireless LAN dan memindahkan wireless LAN berjauhan agar sel tidak overlap.

PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan: Antena diversity digunakan untuk permasalahan wireless LAN apa?
Jawaban : Multipath
SOLUSI UNTUK MULTIPATH
Disarankan menggunakan antena diversity (menggunakan antena multiple, input, dan penerima).

JARINGAN

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Daftar Isi:

· Sejarah Jaringan Komputer

· Jenis Jaringan Komputer

· Model Referensi OSI dan Standarisasi

· Topologi Jaringan Komputer

· Ethernet

SEJARAH JARINGAN KOMPUTER

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.